Helmy
14514883
2PA05
Tugas Psikologi Kesehatan Mental
Teori Kepribadian Sehat
Menurut Pendapat Abraham Maslow
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ABRAHAM MASLOW
Dalam teori kepribadian sehat ada beberapa macam point
yang dijabarkan tentang pendekatan maslow terhadap kepribadian. Dimana salah
satunya maslow menyelidiki kesehatan psikologis, dimana satu-satunya orang yang
dipelajari adalah orang yang ssehat.
Konsep
mental menurut Abraham Maslow:
A.Hierarki
kebutuhan manusia
Kita didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal yang
dibawa sejak lahir yang tersusun dalam suatu tingkat dari yang paling kuat
sampai yang paling lemah. Ibarat suatu tangga, kita harus meletakkan kaki pada
anak tangga pertama sebelum berusaha mencapai anak tangga kedua, dan
seterusnya, sampai kita mampu naik pada tingkat yang paling tinggi. Dan
kebutuhan-kebutuhan itu adalah :
11)
Kebutuhan Fisiologis:
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan-kebutuhan yang
jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, seks dan pemuasan terhadap
kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup. Dan juga
kebutuhan ini merupakan yang terkuat dan sifatnya amat penting dari semua
kebutuhan.
22)
Kebutuhan Akan Rasa Aman:
Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan akan
jaminan, stabilitas, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Kebutuhan
akan rasa aman juga merupakan kebutuhan untuk mendapatkan perlindungan agar
dapat melangsungkan hidup dengan baik.
33)
Kebutuhan Akan Memiliki Cinta dan Kasih:
Kebutuhan ini semacam layak untuk mendapatkan rasa cinta
dan kasih sayang terhadap orang lain, baik seperti orang tua, kakak, adik,
sahabat, ataupun saudara dengan tujuan agar merasakan perasaan memiliki. Kita
memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan
akrab dan penuh perhatian, dan dalam hubungan ini memberi dan menerima cinta
adalah sama pentingnya.
44)
Kebutuhan Akan Penghargaan:
Yaitu penghargaan yang berasal dari orang lain dan juga
terhadap diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari orang lain (dari luar)
misalnya popularitas ataupun keberhhasilan dalam masyarakat. Ada banyak cara
juga supaya orang lain bisa menghargai kita, menurut saya apabila dengan cara
yang negatif, kita bisa saja memamerkan serta gengsi kita dengan apa yang kita
miliki, seperti mengendarai mobil mewah yang kita miliki, membeli rumah besar,
dsb. Kita tidak dapat menghargai diri kita jika kita tidak mengetahui kita apa
dan siapa.
55)
Aktualisasi diri:
Apabila kita telah memuaskan semua kebutuhan diatas, maka
kita didorong oleh kebutuhan yang paling tinggi, yaitu aktualisasi diri.
Aktualisasi diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi
dan penggunaan semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita.
Kita harus bisa menjadi menurut potensi yang kita miliki. Maslow menyebutkan
apabila kita dapat memuaskan kebutuhan kita dari tingkat yang rendah, kita
masih merasa aman secara fisik maupun emosional, mempunyai rasa memiliki dan
juga merasa bahwa kita adalah diri yang berharga. Namun apabila kita gagal
dalam tahap aktualisasi diri ini, maka kita akan merasa kecewa, tidak tenang
dan tidak puas. Dengan begitu, kita tidak akan berada dalam damai pada diri
kita sendiri dan tidak bisa dikatakan bahwa kita sehat secara psikologis.
B. Kepribadian yang sehat menurut Maslow
Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah
orang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga
dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi
potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar
mereka. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, tetapi
mereka berusaha, Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga
menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu
berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang
melainkan berusaha.
Menurut Maslow, syarat untuk mencapai aktualisasi diri
adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi tela disebutkan, yaitu memuaskan
hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan
akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri.
Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi
diri.
Kita juga tidak membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersebut
dalam waktu yang sama, akan tetapi dapat membutuhkannya dalam waktu yang
berbeda. Hanya kebutuhan yang sangat penting yang akan dirasakan pada saat
bersamaan dan dalam setiap momen tertentu.
Selain
itu kepribadian yang sehat menurut maslow adalah individu yang berhasil
mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa
diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan
perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan
diri sendiri. Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui
hierarki kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai
serta kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa
pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang
yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik
mental maupun fisik.
C. Perbedaan “meta needs” dengan
“deficiency needs”
11)
Perbedaan “meta needs” dengan “deficiency needs
Meta needs (meta kebutuhan) merupakan keadaan-keadaan
pertumbuhan kearah mana pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri bergerak. Maslow
juga menyebut kebutuhan tersebut B-values, dan B-values adalah tujuan dalam
dirinya sendiri dan bukan alat untuk mencapai tujuan lain, keadaan-keadaan ada
dan bukan berjuang kearah objek tujuan yang sifatnya khusus. Apabila
keadaan-keadaan ini ada sebagai kebutuhan-kebutuhan dan untuk memuaskan atau
mencapai keadaan tersebut gagal, maka akan menyakitkan, sama seperti kegagalan
untuk memuaskan beberapa kebutuhan yang lebih rendah.
Sedangkan Deficiency needs, suatu kekurangan kebutuhan
dimana individu tak dapat memenuhi kebutuhannya, kebutuhan yang timbul karena
kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan bantuan orang lain.
Deficiency need ini meliputi: kebutuhan jasmaniah, keamanan, memiliki dan mencintai
serta harga diri. Dan sifat-sifat dari deficiency needs adalah ketiadaannya
menimbulkan penyakit, keberadaannya mencegah timbulnya penyakit, pemulihannya
menyembuhkan penyakit, dalam situasi tertentu yang sangat kompleks dan di mana
orang bebas memilih, orang yang kekurangan kebutuhan akan mengutamakan
pemuasan kebutuhan ini dibandingkan jenis kepuasan yang lain. Serta kebutuhan
ini tidak aktif, lemah, atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang
sehat.
22)
Perbedaan “meta needs” dengan “deficiency needs
Meta needs (meta kebutuhan) merupakan keadaan-keadaan
pertumbuhan kearah mana pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri bergerak. Maslow
juga menyebut kebutuhan tersebut B-values, dan B-values adalah tujuan dalam
dirinya sendiri dan bukan alat untuk mencapai tujuan lain, keadaan-keadaan ada
dan bukan berjuang kearah objek tujuan yang sifatnya khusus. Apabila
keadaan-keadaan ini ada sebagai kebutuhan-kebutuhan dan untuk memuaskan atau
mencapai keadaan tersebut gagal, maka akan menyakitkan, sama seperti kegagalan
untuk memuaskan beberapa kebutuhan yang lebih rendah.
Sedangkan Deficiency needs, suatu kekurangan kebutuhan
dimana individu tak dapat memenuhi kebutuhannya, kebutuhan yang timbul karena
kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan bantuan orang lain.
Deficiency need ini meliputi: kebutuhan jasmaniah, keamanan, memiliki dan
mencintai serta harga diri. Dan sifat-sifat dari deficiency needs adalah
ketiadaannya menimbulkan penyakit, keberadaannya mencegah timbulnya penyakit,
pemulihannya menyembuhkan penyakit, dalam situasi tertentu yang sangat kompleks
dan di mana orang bebas memilih, orang
yang kekurangan kebutuhan akan
mengutamakan pemuasan kebutuhan ini dibandingkan jenis kepuasan yang lain.
Serta kebutuhan ini tidak aktif, lemah, atau secara fungsional tidak terdapat
pada orang yang sehat.
D. Ciri-ciri “actualized people”
Ciri dari orang yang mampu meng-aktualisasikan diri
(pribadi-pribadi yang sehat) mereka
adalah sebagai berikut :
31) Menerima realitas secara tepat
Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan
orang-orang di dunia sekitarnya secara objektif, teliti terhadap arang lain,
mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran. Mereka bersandar
semata-mata pada keputusan dan persepsi mereka sendiri serta tidak terdapat
pandangan-pandangan yang berat sebelah atau prasangka-prasangka.
Kepribadian-kepribadian yang tidak sehat mengamati dunia
menurut ukuran-ukuran subyektif mereka sendiri, memaksa dunia untuk
mencocokannya dengan bentuk ketakutan-ketakutan, kebutuhan-kebutuhan dan
nilai-nilai. Semakin objektif kita mampu menggambarkan kenyataan, maka semakin
baik kemampuan kita untuk berpikir secara logis, untuk mencapai
kesimpulan-kesimpulan yang tepat, dan pada umumnya untuk menjadi efisien secara
intelektual. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri dapat mengamati objek dan
orang-orang didunia sekitarnya secara objektif. Mereka tidak memandang dunia
hanya sebagaimana yang mereka inginkan atau butuhkan, tetapi mereka melihatnya
sebagaimana adanya, artinya mereka memandang dunia ini dengan nyata, apa adanya
dan tidak menuntut lebih. Sebaliknya, orang yang kepribadiannya tidak sehat,
mengamati dunia menurut ukuran-ukuran dari pandangan mereka sendiri, memaksa
dunia untuk mencocokannya dengan bentuk kebutuhan dan nilai-nilai mereka.
Maslow menulis bahwa “Orang yang neurotis secara emosional tidak sakit, tetapi
secara kognitif dia salah”.
42)
Menerima diri dan orang lain apa adanya
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri menerima diri
mereka. Kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan mereka tanpa keluhan atas
kesusahan. Sesungguhnya, mereka tidak terlampau banayk memikirkannya. Meskipun
individu-individu yang sangat sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau
cacat-cacat, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah terhadap
hal-hal tersebut.
Karena
orang-orang sehat ini begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak harus
mengubah atau memlsukan diri mereka. Mereka santai dan puas denagn diri mereka
dan penerimaan ini berlaku bagi semua tingkat kehidupan.
Sebaliknya, orang-orang neurotis dilumpuhkan oleh persaan
malu atau perasaan salah atas kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan
mereka, begitu di hantui sehingga mereka mengalihkan waktu dan energi dari
hal-hal yang lebih konstuktif.
53)
Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan
langsung tanpa berpura-pura.Kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini
bertingkah laku secara kodrati yakni sesuai dengan kodrat mereka.Dalam situasi
dimana ungkapan perasaan yang wajar dan jujur dapat menyakitkan orang lain,
atau dimana hal tersebut tidak penting, maka untuk sementara mereka mengekang
persaaan-perasaan itu. Jadi, mereka tidak sengaja menjadi tidak konvensional
atau memberontak, mereka tidak mau mencari kesenangan dalam mencemoohkan dengan
sengaja aturan-aturan dan adat-adat social.
Akan tetapi dalam
situasi di mana menaruh hormat kepada kebiasaan social mengganggu apa yang
dianggap penting oleh orang-orang yang sehat, mereka tidak ragu menentang
kebiasaan tersebut. Lagi pula mereka sendiri adalah wajar dan sederhana, merasa
yakin dan aman, serta tidak konvensioanal dengan tidak bersikap agresif dan
memberontak.
64)
Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan
mereka dan berpendapat bahwa
pekerjaan itu tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan
mereka adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan; tentu, sesuatu yang harus
mereka lakukan tidak semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapat penghasilan.
Mereka tidak melakukan pekerjaan untuk mendapatkan
uang,popularitas atau kekuasaan, tetapi karena pekerjaan itu memuaskan
metakebutuhan. Menantang dan mengembangakan kemampuan-kemempuan mereka,
menyebabkan mereka bertumbuh sampai pada tingkat potensi mereka yang paling,
dan membantu merumuskan pengertian mereka tentang diri mereka siapa dan apa.
75)
Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain.
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu
kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada
orang-orang lain untuyk kepuasan mereka dan dengan demikian mungkin mereka
menjauhkan diri dan tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan meeka sangatt
egosentris dan terarah kepada dir mereka sendiri.Sebaliknya, orang-orang
neuorotis biasanya snagat emosional tergantung pada orang-orang lain untuk
kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkan untuk diri mereka.
86)
Memiliki ruang untuk diri pribadi
Pengaktualisasian
diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan social dan fisik.
Kepribadian-kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi
mereka yang tinggi menaklukan mereka, agak tidak mempan terhadap krisis atau
kerugian. Kemalangan-kemalangan yang dapat mengahncurkan orang-orang yang sehat
mungkin hamper tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu
ketenangan dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehat
sebagai malapetaka.
97)
Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan
kehidupan baru
Menghargai pengalaman-pemgalaman tertentu bagaimanapun
seringnya pengalaman itu terulang, dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar,
perasaan terpesona dan kagum. Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan
terhadap dorongan setiap hari untuk bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa
kurang pasti, tetapi senantiasa berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki
dan dapat mereka alami.
18) Memiliki
pengalaman-pengalaman yang memuncak
Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami
ekstase, kebahagiaan, perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama
seperti pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam.
Maslow menunjukan bahwa tidak semua pengalaman puncak itu
sangat kuat; dapat juga ada pengalaman- pengalaman yang ringan. Pengalaman-
pengalaman yang ringan ini kadang- kadang dapat terjadi pada kita semua. Akan
tetapi individu yang lebih sehat memiliki pengalaman-pengalaman puncak lebih
sering dari pada orang- orang biasa, dan mungkin sering kali terjadi setiap
hari.
19) Memiliki
identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Pengaktualisasian diri memiliki perasaan empati dan
afeksi yang sangat kuat dan dalam terhadap semua manusia, juga suatu keinginan
untuk membantu kemanusiaan. Mereka adalah anggota dari satu keluarga (manusia)
dan memiliki suatu perasaan persaudaraan dengan setiap anggota lain dalam
keluarga.
Orang- orang yang sehat mengetahui bahwa mereka dapat
mencapai hal- hal dengan lebih baik daripada orang-orang lain dan bahwa mereka
melihat dan memahamii hal- hal itu dengan lebih jelas.mereka mungkin kerapkali
merasa tertekan atau marah karena tingkah laku orang- orang lain yang bodoh,
lemah, atau kasar tetapi mereka cepat memahami dan memaafkannya.
110)
Memiliki
relasi yang akrab dengan beberapa teman
Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang-
orang lain daripada orang- orang yang memiliki kesehatan jiwa yang biasa.mereka
memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, dan
identifikasi yang lebih sempurna dengan individu-individu lain.
Meskipun orang- orang yang akrab dengan mereka adalah
kecil, namun aktualisasi diri berbudi baik dan sabar terhadap orang- orang
lain, khusunya terhadap anak- anak.mereka membenci dan kejam terhadap orang
yang kritis, congkak atau sombong.
Cinta mereka bukan cinta yang egoistic, dimana membari
cinta sekurang- kurangnya sama pentingnya dengan menerima cinta dimana
perhatian seseorang terhadap pertumbuhan dan perkembangan orang lain adalah
sebanyak perhatian terhadap pertumbuhan diri sendiri.
111) Mengarah pada
nilai-nilai demokratis
Orang yang sehat membiarkan dan menerima semua orang
tanpa memperhatkan kelas social, tingkat pendidikan, golongan politik atau
agama, ras, atau warna kulit.mereka sangat siap mendengarkan atau belajar dari
dari siapa saja yang dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
112) Memiliki
nilai-nilai moral yang tangguh.
Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan.
Bagi mereka, tujuan atau cita- cita jauh lebih penting daripada sarana untuk
mencapainya.mereka juga sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan
salah. Orang yang kurang sehat kerapkali bingung atau tidak konsisten dalam
hal- hal etis, terombang- ambing, atu berganti-ganti antara benar dan salah
menurut keuntungannya.
113)
Memiliki rasa humor yang tinggi
Orang-orang yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor,
humor permusuhan yang menyebabkan seseorang merasa sakit, humor superioritas
yang mengambil keuntungan dari rasa rendah diri dari orang lain atau kelompok
dan humor pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi
Oedipus atau percakapan cabul. Humor pengaktualisasi-pengaktualisasi diri
bersifat filosofis, humor yang menertawakan manusia, pada umumnya, tetapi bukan
kepada seseorang yang khusus. Humor ini kerap kali bersifat intruktif, yang
dipakai langsung kepada hal yang dituju dan juga menyimpulkan tertawa.
114) Menemukan
hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
Kreatifitas merupakan suatu sifat yang diharapkan
seseorang dari pengaktualisasi- pengaktualisaasi diri mereka adalah asli,
inventif, dan inovatif, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan
suatu karya seni. Maka kreatifitas lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan
kesehatan psikologis dan lebih mengenai cara bagaimana kita mengamati dan
beraksi terhadap dunia dan bukan mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari
suatu karya seni.
115) Memiliki
integritas tinggi yang total
Pengaktualisasi – pengaktualisasi diri dapat berdiri
sendiri atau pun otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh- pengaruh social,
untuk berpikir atau bertindak menurut cara- cara tertentu. Akan tetapi mereka
tidak terus terang menenrang kebudayaan. Daftar kualitas-kualitas pribadi yang
hebat ini mungkin tampaknya seperti suatu pernyataan yang berlebihan atau
karikatur dari kepribadian yang sangat sehat.
Daftar Pustaka:
Hall,
C.S., Lindzey, G. (1993). Psikologi
kepribadian 2; teori-teori holistic (organismik
fenomenologis). Yogyakarta: Penerbit
Kanisius.
Schultz, D. (1991). Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta: Penrbit Kanisius.
Siswanto. (2007). Kesehatan mental. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Schultz, Duane “psikologi pertumbuhan”,
model-model kepribadian sehat, 1991
Frank
G. Goble, Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow, Penerjemah Drs. A Supratiknya
(Yogyakarta: Kanisius, 1994)
Hall,
Calvin S. dan Gardner Lindzey, Teori-teori Holistik (Organismik-Fenomenologis),
Penerjemah Drs. Yustinus, M.Sc., OFM. (Yogyakarta: Kanisius, 1993).
Schultz,
Duane, Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat, Penerjemah Drs.
Yustinus, M.Sc., OFM. (Yogyakarta: Kanisius, 1997).
Ruswandi, Uus, Badrudin. 2010, pengembangan
Kepribadian Guru.Bandung: CV. Insan Mandiri.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/ciri-ciri-kepribadian-sehat-menurut-abraham-maslow/